Uncategorized

Porseni IPARI Se-Eks Karesidenan Banyumas Resmi Dibuka, Perkuat Soliditas dan Kreativitas Penyuluh Agama

Berbagi yuks..


Banyumas — Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) se-Eks Karesidenan Banyumas resmi dibuka pada Rabu (10/6/2026) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banyumas. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, peningkatan sportivitas, serta penguatan sinergi antarpenyuluh agama Islam dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Pembukaan dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, serta dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama se-Eks Karesidenan Banyumas, Kasubbag Tata Usaha, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Penyelenggara Syariah, para Kepala Seksi di lingkungan Kemenag Banyumas, Ketua PD IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas, dan perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Purwokerto sebagai mitra pendukung kegiatan.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Banyumas menegaskan bahwa Porseni tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kebugaran, serta mengembangkan kreativitas para penyuluh agama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Sebanyak tujuh cabang olahraga dan seni dipertandingkan, yaitu Futsal Putra, Voli Putri, Bulutangkis Beregu, Tenis Meja Beregu, Paduan Suara, Sambung Lagu, dan Stand Up Moderasi. Seluruh cabang diikuti oleh kontingen dari masing-masing kabupaten yang sebelumnya telah melalui proses seleksi di tingkat kecamatan.

Cabang Stand Up Moderasi menjadi salah satu inovasi dalam Porseni tahun ini. Melalui pendekatan yang komunikatif, kreatif, dan menghibur, peserta menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama sehingga nilai-nilai toleransi dan kerukunan dapat diterima dengan lebih dekat oleh masyarakat, khususnya generasi muda di era digital.

Melalui penyelenggaraan Porseni ini, IPARI diharapkan semakin memperkuat solidaritas dan profesionalisme penyuluh agama Islam, sekaligus menghadirkan sosok penyuluh yang sehat jasmani, tangguh, moderat, serta adaptif dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *