BERITAKars Surakarta

IPARI Bersinergi dengan Kemenag Karanganyar, Wujudkan Program “Kemenag Berdampak” melalui Renovasi Rumah Guru Ngaji

Berbagi yuks..

Kars Surakarta (Moderanesia.com) – Dalam rangka menguatkan program “Kemenag Berdampak”, Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar bersinergi dengan Penyuluh Agama melaksanankan kegiatan renovasi rumah warga, seorang guru ngaji. Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya disampaikan bil lisan, tetapi juga diwujudkan melalui perbuatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat (bil hal).

Penerima manfaatnya adalah Ahmad Zarkowi, seorang guru ngaji dan guru di MI Maarif NU Pojok Mojogedang bersama Isteri Umi Habibah guru RA Muslimat NU Girilayu Matesih. Mereka tinggal bersama kedua orang tuanya dan 4 saudara di sebuah rumah yang telah berusia 30 tahun di dusun Rotogondang Desa Girilayu Kecamatan Matesih. Struktur atap rumah masih menggunakan reng dan usuk berbahan bambu yang sudah dimakan usia dan membahayakan keselamatan penghuni.

Kemenag mengerahkan 87 relawan yang terdiri atas 30 personil pegawai Kemenag Kabupaten Karanganyar dan 57 Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Karanganyar. Relawan diberangkatkan setelah Apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar Dr.H. Hidayat Maskur, S.Ag., M.S.I., bersama-sama touring menuju tempat lokasi. 

Dalam arahannya Kepala Kantor menekankan bahwa gerakan solidaritas ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Kemenag di tengah masyarakat. “Penyuluh bukan hanya pendamping spiritual saja, tetapi juga penggerak sosial. Melalui program ini, kami ingin memastikan Kemenag benar-benar berdampak,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa gerakan ini bukanlah kegiatan insidental, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menanamkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah umat. Dengan menyatukan dakwah dan aksi, Kemenag bersama Penyuluh Agama ingin membangun masyarakat yang tidak hanya taat secara spiritual, tetapi juga kuat secara sosial.

Setibanya di lokasi, semua personil  bersama warga bergotong-royong mennurunkan atap sebagai tahap awal renovasi rumah. Suasana kebersamaan dan kerja sukarela tampak mewarnai jalannya kegiatan. Sementara itu, para Penyuluh Agama putri turut terlibat dengan menyiapkan konsumsi bagi para relawan.

Pada saat yang bersamaan Kasi Bimas Islam H. Ruslan, S.H., M.H. saat diwawancarai menyatakan, “Penyuluh Agama bukan hanya hadir untuk berceramah, mengisi kajian, atau berdiri di atas mimbar. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Penyuluh Agama juga mampu berkarya nyata di masyarakat dan memberikan dampak secara langsung”.

Di sela-sela kegiatan, para penyuluh menyempatkan waktu untuk berdialog dengan warga, memberikan penguatan mental dan spiritual. Mereka mengingatkan bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Rumah bukan hanya tempat untuk istirahat, tetapi untuk menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai keluarga, iman, dan masa depan anak-anak.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Karanganyar berharap dapat terus menjadi pelopor gerakan sosial-keagamaan yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan semangat gotong-royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *