BERITAKars Banyumas

Bekal Fardu Kifayah Sejak Bangku Sekolah: Penyuluh KUA Karangkobar Ajarkan Pemulasaraan Jenazah di SMK Ma’arif NU 01

Berbagi yuks..

Kars Banyumas ( Moderanesia.com) – Upaya menanamkan pemahaman keagamaan kepada generasi muda terus dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar. Pada Senin (9/3/2026), para penyuluh memberikan edukasi tentang tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam kepada siswa-siswi kelas X dan XI SMK Ma’arif NU 01 Karangkobar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran keagamaan agar para pelajar memahami dengan benar tata cara pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga menguburkan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung agar siswa dapat memahami prosesnya secara lebih nyata.
Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Amat Zuhri, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya pengetahuan tentang pemulasaraan jenazah bagi setiap muslim.
“Pengurusan jenazah memang termasuk fardu kifayah, tetapi setiap muslim sebaiknya memiliki pengetahuan tentang hal ini. Terlebih bagi siswa-siswi yang menempuh pendidikan di lingkungan Ma’arif, penting untuk memiliki bekal ilmu agama yang dapat diamalkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Duwi Rohmah mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Karena itu, mempelajari tata cara pemulasaraan jenazah menjadi hal yang sangat penting.
“Setiap manusia pasti akan meninggal dunia. Orang-orang terdekat kita, keluarga kita, juga suatu saat akan kembali kepada Allah. Karena itu penting bagi kita untuk belajar ilmu pemulasaraan jenazah agar dapat melaksanakan kewajiban ini dengan benar ketika dibutuhkan,” tuturnya.
Pada sesi berikutnya, Adib menjelaskan secara rinci tahapan pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam. Mulai dari proses memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga menguburkan jenazah.
Setelah penyampaian materi, para penyuluh kemudian mempraktikkan langsung tata cara mengkafani jenazah. Mulai dari menyiapkan kain kafan, membuat tali pengikat, menyusun kain, membuat baju kurung dan tapih, hingga proses membungkus jenazah sesuai tuntunan syariat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik oleh para siswa-siswi yang dengan antusias mencoba mempraktikkan langkah-langkah tersebut. Dalam praktik ini, para penyuluh didampingi oleh guru-guru sekolah untuk membimbing para peserta.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif bertanya dan mengikuti setiap tahapan praktik dengan serius.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki bekal keterampilan dasar dalam pengurusan jenazah sebagai bagian dari kewajiban sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Pihak sekolah pun menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap ilmu yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal berharga serta bermanfaat ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat.(dr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *