Uncategorized

PD IPARI Banyumas Gelar Program Rajut Topi Mas di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto

Berbagi yuks..

Banyumas — Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Banyumas menggelar pertemuan dalam rangkaian program Rajut Topi Mas (Merajut Toleransi Penyuluh Agama Lintas Iman Banyumas) yang berlangsung di Klenteng Hok Tek Bio, Purwokerto. Selasa, 8/9/2026

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen para penyuluh agama dalam merawat semangat toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat Banyumas yang majemuk.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas yang menyampaikan materi edukasi seputar HIV dan AIDS kepada para peserta. Kehadiran KPA dalam forum lintas iman ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyebarluaskan pemahaman kesehatan masyarakat, sekaligus menepis stigma yang kerap menyertai isu HIV dan AIDS di masyarakat.

Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Banyumas turut hadir memberikan pembinaan langsung kepada seluruh penyuluh agama yang tergabung dalam kegiatan tersebut. Dalam pembinaannya, Kakankemenag menekankan pentingnya peran penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan lintas iman, sekaligus menjadi teladan dalam membangun dialog antarumat beragama di wilayah Banyumas.

Turut hadir pula para Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, para penyelenggara, serta seluruh penyuluh agama yang berasal dari berbagai wilayah kecamatan. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan sinergi yang solid antara jajaran Kemenag Banyumas dengan para penyuluh di lapangan.

Program Rajut Topi Mas sendiri dirancang sebagai ruang temu bagi para penyuluh agama lintas iman untuk saling berbagi wawasan, memperkuat toleransi, sekaligus menjawab isu-isu sosial kontemporer yang membutuhkan peran aktif tokoh agama. Pemilihan Klenteng Hok Tek Bio sebagai lokasi kegiatan turut menjadi simbol keterbukaan dan penghormatan terhadap keberagaman tempat ibadah di Banyumas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antarpenyuluh agama lintas iman semakin kuat, sekaligus memperluas jangkauan edukasi kesehatan dan pembinaan keagamaan bagi masyarakat Banyumas secara lebih menyeluruh. (elbab).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *