Uncategorized

FKMT Kabupaten Wonosobo Masa Khidmat 2026–2031 Dikukuhkan, Perkuat Peran Majelis Taklim dalam Pemberdayaan Umat

Berbagi yuks..

WONOSOBO – Forum Koordinasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Wonosobo memasuki babak baru melalui pengukuhan pengurus masa khidmat 2026–2031 yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Wonosobo. Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo dan dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Wonosobo.

Ketua FKMT Kabupaten Wonosobo, KH. Mustofa Al Kifli, S.H.I., berharap FKMT dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh majelis taklim. Menurutnya, forum ini diharapkan mampu mempererat komunikasi, memperkuat koordinasi, serta membangun sinergi antarmajelis taklim dalam mengembangkan dakwah dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.

Harapan tersebut sejalan dengan sambutan Bupati Wonosobo yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) selaku perwakilan Bupati. Dalam sambutan tersebut, FKMT diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan pengamalan ibadah, serta memperkuat aksi sosial kemasyarakatan.

Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan tiga narasumber untuk memperluas wawasan pengurus dan peserta mengenai regulasi majelis taklim, potensi perempuan, serta penguatan peran keagamaan dalam kehidupan sosial.

Narasumber pertama, Dr. H. Edi Sungkowo, M.Pd., menyampaikan materi mengenai pemahaman Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2019. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman terhadap regulasi penyelenggaraan majelis taklim, sehingga pengelolaan kelembagaan dapat berjalan lebih tertib dan terarah.

Selanjutnya, Dyah Retni Sulistyowati, S.STP., membawakan materi bertema “Perempuan Wonosobo dan Potensinya”. Ia menekankan pentingnya kesetaraan gender dan kesempatan yang sama bagi perempuan maupun laki-laki untuk berkembang serta berkontribusi dalam pembangunan. Perempuan juga memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, perempuan didorong untuk terus meningkatkan kapasitas, mengembangkan potensi, dan percaya bahwa dirinya berharga serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Hj. Umi Fatma, S.H.I., Alhafidzah, mengulas korelasi perempuan dengan majelis taklim. Ia mengajak kaum perempuan untuk mendekatkan diri kepada orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis taklim. Selain menjadi tempat menimba ilmu agama, majelis taklim juga berperan sebagai ruang pembinaan akhlak, penguatan keimanan, dan pembentukan lingkungan pergaulan yang positif.

Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Majelis Taklim Jum’at Berkah Pasar Induk Wonosobo sebagai Majelis Taklim Inspiratif. Piagam tersebut diserahkan oleh Ketua PD IPARI Wonosobo sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi majelis taklim dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada delapan majelis taklim binaan Penyuluh Agama Islam. Penyerahan SKT ini menjadi bagian dari upaya memperkuat administrasi dan kelembagaan majelis taklim agar semakin tertata serta mampu menjalankan kegiatan pembinaan umat secara berkelanjutan.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Wonosobo dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara FKMT, penyuluh agama, majelis taklim, dan pemerintah. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dakwah sekaligus mendorong majelis taklim agar tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga ruang pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan penggerak kepedulian sosial.

Melalui pengukuhan pengurus, sarasehan, pemberian penghargaan, dan penyerahan SKT, FKMT Kabupaten Wonosobo masa khidmat 2026–2031 diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai rumah bersama bagi majelis taklim, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berdaya, dan peduli terhadap sesama.

FKMT Kabupaten Wonosobo: Bersinergi dalam Dakwah, Berdaya dalam Karya, Berkhidmat untuk Umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *