Penuh Haru, IPARI Banjarnegara Lepas Sosok Teladan Penyuluh dan Pembina Umat
Banjarnegara — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi, Pembinaan, dan pelepasan purna tugas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu) Banjarnegara, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara Sukarno, jajaran Bimas Islam, pengurus PD IPARI Kabupaten Banjarnegara, serta seluruh penyuluh agama Islam.
Momentum tersebut berlangsung penuh haru karena sekaligus menjadi ajang pamitan purna tugas Nasirin selaku Ketua PD IPARI Kabupaten Banjarnegara dan H. Ali Mustofa yang pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam serta Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag Kabupaten Banjarnegara.
Ketua PD IPARI Kabupaten Banjarnegara, Soif Toif, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi serta keteladanan yang telah diberikan selama bertugas. Menurutnya, pengabdian keduanya telah memberikan banyak inspirasi dan teladan bagi para penyuluh agama Islam di Kabupaten Banjarnegara.
“ Kami atas nama keluarga besar IPARI Kabupaten Banjarnegara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Nasirin dan Bapak H. Ali Mustofa atas dedikasi, pengabdian, dan keteladanan selama ini. Semoga seluruh amal kebaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga setelah purna tugas tetap diberikan kesehatan, umur yang berkah, kebahagiaan, dan terus dapat membersamai masyarakat dengan ilmu serta pengalaman yang dimiliki,” ungkap Soif Toif.
Dalam kesempatan tersebut, Nasirin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan seluruh penyuluh agama selama dirinya menjalankan amanah di IPARI. Sementara itu, H. Ali Mustofa berpesan agar para penyuluh agama tetap menjaga semangat pengabdian dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas kebersamaan dan kekeluargaan yang luar biasa selama ini. Semoga IPARI semakin maju, solid, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat. Penyuluh agama adalah ujung tombak pembinaan umat. Tetaplah melayani masyarakat dengan ikhlas, sabar, dan penuh keteladanan,” tutur Nasirin dan H. Ali Mustofa.

