Harlah IPARI ke-3, Penyuluh Agama Islam Kebumen Perkuat Dakwah Berbasis Ekoteologi
Kebumen — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Pembinaan Penyuluh Agama Islam sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ke-3. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para penyuluh agama untuk memperkuat peran sebagai penggerak kesadaran sosial sekaligus pelopor pelestarian lingkungan di tengah masyarakat. (24/06/2026)
Dalam arahannya, Plh Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kebumen, Salim Wazdy, menekankan bahwa peran penyuluh harus terus beradaptasi dengan dinamika kebutuhan umat. Beliau mendorong integrasi nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap alam atau yang dikenal dengan konsep ekoteologi, di mana menjaga kelestarian bumi bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan wujud nyata ketaatan kepada Allah SWT sebagai khalifah fil ardh.
Konsep ini selaras dengan ajaran Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya menghidupkan lahan serta menjaga produktivitas alam sebagai sumber keberkahan. Hadits tersebut menjadi landasan moral bagi penyuluh agama untuk mengarusutamakan isu lingkungan ke dalam materi dakwah, menjadikan aktivitas menanam pohon dan menjaga kebersihan sebagai bentuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi atas berbagai program penghijauan yang telah dilaksanakan di wilayah pesisir dan ruang publik sebelumnya. Disampaikan bahwa tantangan utama gerakan lingkungan bukan sekadar kuantitas penanaman, melainkan aspek keberlanjutan dan perawatan. Sehingga diperlukan komitmen kolektif dari penyuluh, pemerintah, hingga masyarakat luas agar setiap aksi lingkungan memberikan dampak jangka panjang.
Sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari mitra seperti Bank Jateng, menjadi kunci sukses dalam memperkuat program sosial dan lingkungan di bawah naungan Kemenag Kebumen. Selain sesi pengarahan, para penyuluh juga berbagi pengalaman lapangan serta inovasi dakwah kreatif yang relevan dengan isu-isu kontemporer, memastikan pesan keagamaan tersampaikan dengan cara yang lebih aplikatif dan berdampak.
Sebagai penutup, rangkaian kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon alpukat dan mangga secara simbolis di kawasan Masjid Abul Faid. Aksi ini menegaskan komitmen Kemenag Kebumen dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keislaman, sekaligus mengukuhkan posisi penyuluh sebagai garda terdepan dalam menjaga keseimbangan alam demi kemaslahatan umat dan kelestarian masa depan.

