Uncategorized

Lautan Kebersamaan di Pantai Setrojenar: 20 Ribu Santri Kebumen Berpadu Menuju Indonesia Emas

Berbagi yuks..

Deburan ombak Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, menjadi saksi bisu gegap gempitanya Peringatan Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Kebumen pada Minggu (18/10/2026). Mengusung tema besar “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, acara Pawai Budaya Santri dan Istighosah ini sukses menyedot animo luar biasa. Sebanyak 20.633 santri dari berbagai penjuru Kebumen tumpah ruah, menciptakan pemandangan epik yang memadukan keindahan alam dan kekuatan spiritual.

Antusiasme yang Membuncah hingga Memacetkan Jalan

Tingginya antusiasme peserta bukan isapan jempol belaka. Arus ribuan santri yang bergerak menuju bibir pantai bahkan menyebabkan kepadatan lalu lintas yang mengular hingga berkilo-kilo meter dari arah Kecamatan Buluspesantren menuju lokasi.

Rombongan dari Kecamatan Kebumen saja mengerahkan hingga 90 mobil yang mengangkut sekitar 2.000 santri beserta jajaran ustadz dan ustadzah. Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh rombongan dari Kecamatan Karanggayam yang memberangkatkan tak kurang dari 1.700 santrinya. Kehadiran ribuan peserta ini tidak hanya sekadar meramaikan, tetapi benar-benar menegaskan besarnya kecintaan masyarakat Kebumen terhadap tradisi luhur pesantren.

Nostalgia dan Komitmen Nyata Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Kebumen, H. Zaeni Miftah, yang turut hadir mewakili bupati, mengaku sangat terharu menyaksikan lautan santri tersebut. Beliau bahkan memilih turun dari kendaraan dan berjalan kaki berbaur bersama para santri menuju titik kumpul.

“Hari ini kita berkumpul untuk sama-sama memperingati dharma bakti santri kepada negeri,” ungkap Bapak Zaeni dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa santri adalah golongan yang luar biasa dan orang-orang pilihan. Berada di tengah-tengah ribuan peserta, memori masa lalunya seakan kembali memanggil. “Saya juga merasakan menjadi santri lagi, ikut berkumpul, ikut berjalan, dan ikut secara khidmat dalam acara ini,” tuturnya.

Sebagai wujud komitmen nyata pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan Islam, Bapak Zaeni juga menyoroti lahirnya Peraturan Daerah (Perda) khusus pesantren di Kabupaten Kebumen. Kebijakan ini menjadi bukti konkret bahwa pandangan, eksistensi, dan kesejahteraan santri akan selalu diperhatikan serta dikawal oleh pemerintah.

Lebih dari Sekadar Pawai: Ikhtiar Spiritual untuk Bangsa

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kebumen, H. Fahrudin, menjelaskan bahwa kemeriahan ini bukanlah sekadar ajang unjuk budaya. Rangkaian Pawai Budaya, Khatmil Qur’an Akbar, Mujahadah Asmaul Husna, dan Pentas Seni ini merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan kemajuan bangsa.

“Pembangunan bangsa tidak cukup hanya melalui kerja fisik dan kebijakan. Kita juga membutuhkan doa, keikhlasan, dan rida Allah SWT,” ujar Fahrudin. Melalui acara yang didukung penuh oleh Pemda, PCNU, PD Muhammadiyah, FKPP, RMI-NU, BADKO, dan berbagai elemen masyarakat lainnya ini, terselip doa agar persatuan terus terjaga dan bangsa Indonesia tumbuh menjadi negara yang adil, makmur, serta bermartabat.

Dorongan Legalitas dan Hadirnya Ditjen Pesantren

Di tengah euforia perayaan, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, memberikan catatan strategis terkait penguatan kelembagaan pesantren. Dari total 210 pondok pesantren yang terdata di Kebumen, tercatat baru 110 pesantren yang memiliki izin operasional.

Namun, Kemenag tidak tinggal diam. “Kita ingin seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kebumen memiliki izin operasional. Karena itu, 100 pesantren yang belum berizin tidak dibiarkan berjalan sendiri, tetapi akan dibina dan didampingi hingga memenuhi ketentuan,” tegas Anif.

Harapan bagi dunia pesantren kini juga semakin terang benderang dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama Republik Indonesia, yang diatur melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2026 dan PMA Nomor 16 Tahun 2026. Kehadiran regulasi yang menjadi kado indah Hari Santri ini diharapkan menjadi penyemangat bagi pengelola pesantren untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas fasilitas mereka.

Berkah Umroh untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Puncak kebahagiaan acara ini pecah saat pengundian doorprize yang telah ditunggu-tunggu. Dari puluhan hadiah menarik yang disediakan, hadiah utama berupa 1 paket tiket umroh gratis persembahan PT Attamimi Tawakkal Alalloh (Pondok Pesantren Al Azhar) akhirnya menemukan tuannya.

Rezeki mulia ini jatuh kepada salah satu guru ngaji yang berasal dari Desa Mangunweni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti sang pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, seolah menjadi jawaban atas doa dan keikhlasannya dalam mendidik generasi Qur’ani di pelosok desa.

Pawai Budaya dan Istighosah Hari Santri 2026 di Pantai Setrojenar bukan sekadar perayaan seremonial. Acara ini adalah momentum kebangkitan, refleksi persatuan, sekaligus pembuktian bahwa dari rahim pesantren, akan terus lahir kekuatan besar untuk menyokong Indonesia yang bermartabat menuju era Indonesia Emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *