Menuju Kemenag Berdampak, Penyuluh Agama Kebumen Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital
Kebumen (Humas) — Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan Penyuluh Agama Islam di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta memperteguh komitmen penyuluh dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat.
Ketua Pokjaluh Kabupaten Kebumen, Mukhamad Matori, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakor merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi internal, membangun komunikasi yang efektif, serta mengonsolidasikan langkah bersama antar penyuluh agama.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran penting sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam membina umat sekaligus mengimplementasikan berbagai program kementerian hingga menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.
“Melalui Rakor ini, kita memperkuat silaturahmi, membangun komitmen bersama, sekaligus bermusyawarah untuk mencari solusi atas berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi penyuluh di lapangan,” ujarnya.
Selain sebagai forum koordinasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat kolaborasi antarpenyuluh dalam memberikan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas.
Pada sesi pembinaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Dr. Anif Solikhin, menyampaikan sejumlah arahan strategis hasil Breakfast Meeting bersama Menteri Agama yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pentingnya pengelolaan data Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sistem Talent Management.
Ia menegaskan bahwa setiap ASN wajib memastikan data kepegawaian, riwayat jabatan, kompetensi, hingga data keluarga yang menjadi tanggungan selalu diperbarui melalui SIM SDM atau Simpeg. Validitas data tersebut menjadi dasar dalam pemetaan talenta, pengembangan karier, serta berbagai kebijakan manajemen ASN.
“Data Anda adalah nasib Anda. Oleh karena itu, pastikan seluruh data kepegawaian selalu valid dan diperbarui karena akan berdampak terhadap pengembangan karier maupun pelayanan administrasi ASN,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Anif mengingatkan bahwa penyuluh agama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Penyuluhan tidak lagi terbatas pada tatap muka, tetapi juga perlu diperkuat melalui publikasi konten edukatif di berbagai platform media sosial sebagai bagian dari syiar keagamaan dan perluasan jangkauan layanan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh penyuluh terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta mampu menjadi representasi Kementerian Agama yang humanis, profesional, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Rakor dan pembinaan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarpenyuluh agama sehingga pelayanan keagamaan di Kabupaten Kebumen semakin berkualitas, adaptif terhadap transformasi digital, serta selaras dengan semangat Kementerian Agama Berdampak.

