Uncategorized

Rakor Persiapan Lomba K3M Tingkat Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 Digelar di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo

Berbagi yuks..

Wonosobo — Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Lomba Kebersihan, Keindahan, dan Kemakmuran Masjid (K3M) Tingkat Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 digelar di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Kabag Kesra, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo dr. Mohamad Riyatno, M.Kes., unsur MUI, ICMI, IPHI, para Kepala KUA, camat se-Kabupaten Wonosobo, Ketua PC DMI Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo, serta perwakilan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Wonosobo.

Dalam sambutannya, Ketua PD DMI Kabupaten Wonosobo, H. Sutarjo, menyampaikan bahwa Lomba K3M tahun 2026 merupakan pelaksanaan yang ke-17. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari upaya mendorong masjid agar semakin memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi umat.

“Lomba K3M ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana masjid mampu terus menghadirkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, dr. Mohamad Riyatno, M.Kes., menyampaikan pentingnya penguatan fungsi masjid di tengah kehidupan masyarakat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai pusat pendidikan, pembinaan keagamaan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kebersamaan umat.

Ia berharap masjid-masjid yang mengikuti Lomba K3M dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi masjid lainnya di Kabupaten Wonosobo. Lebih dari itu, masjid diharapkan mampu berkembang menjadi masjid ramah, yakni masjid yang bersih, indah, nyaman, aman, terbuka, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah serta masyarakat di sekitarnya.

“Masjid yang dilombakan diharapkan dapat menjadi contoh bagi masjid lainnya dan mampu menjadi masjid yang ramah bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi koordinasi teknis yang disampaikan oleh Sekretaris PD DMI Kabupaten Wonosobo, Untaji, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan petunjuk teknis (juknis) dan jadwal penilaian Lomba K3M Tahun 2026.

Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait mekanisme pelaksanaan dan penilaian lomba. Para peserta rapat juga mendapatkan gambaran mengenai tahapan, jadwal, serta hal-hal teknis yang perlu dipersiapkan oleh masing-masing pihak.

Melalui rapat koordinasi ini, sinergi antara PD DMI, Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, MUI, ICMI, IPHI, KUA, pemerintah kecamatan, Penyuluh Agama Islam, serta berbagai unsur masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menyukseskan Lomba K3M Tahun 2026.

Pelaksanaan K3M ke-17 diharapkan tidak berhenti pada penentuan masjid terbaik, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid agar semakin bersih, indah, makmur, ramah, dan hadir nyata sebagai pusat kemaslahatan umat di Kabupaten Wonosobo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *