BERITAKars Pekalongan

Bekali Penyuluh, Kabid Urais Kemenag Jateng Tekankan Penguasaan Materi dan Metode Bimbingan Perkawinan

Berbagi yuks..

Kars Pekalongan ( Moderanesia.com) – Peuluhan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Tegal mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Bimbingan Perkawinan yang digelar selama dua hari, Rabu–Kamis (7–8/10/2026), di Aula Al-Ikhlas Kementerian Agama Kabupaten Tegal.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kompetensi penyuluh, khususnya dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pembinaan kepada masyarakat terkait kehidupan perkawinan dan pembangunan keluarga yang harmonis, sakinah, sehat, serta berkualitas.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Ahmad Farkhan, selaku Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa seorang penyuluh tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus mampu memilih metode dan cara penyampaian yang tepat agar pesan yang diberikan benar-benar dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Menurutnya, penguasaan materi harus diiringi dengan kemampuan komunikasi yang baik. Penyuluh perlu memahami siapa yang menjadi sasaran penyuluhan, bagaimana karakter mereka, serta metode apa yang paling efektif digunakan agar materi tidak sekadar disampaikan, tetapi mampu memberikan pemahaman dan perubahan dalam kehidupan masyarakat.

“Penyuluh harus menguasai materi sekaligus menguasai cara menyampaikannya. Materi yang baik akan menjadi lebih bermakna ketika disampaikan dengan metode yang tepat dan mampu masuk kepada peserta atau masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam materi yang disampaikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan arahan Faiqoh Ahmad, selaku Ketua PD IPARI Kabupaten Tegal. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para penyuluh diharapkan mengikuti Bimtek dari awal hingga akhir agar seluruh materi yang diberikan dapat dipahami dan diimplementasikan secara optimal dalam pelaksanaan tugas.

Selanjutnya, Ahmad Muhdzir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, menyampaikan materi “Bahagia Bersama dalam Pernikahan.” Materi tersebut memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia dan harmonis sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga sakinah.

Materi “Membangun Keluarga Sakinah” disampaikan oleh Evi Sulistianti, sementara Muktaromah memberikan materi mengenai “Psikologi Keluarga.”

Penguatan dari aspek pembinaan keagamaan juga disampaikan oleh Kokabbudin, selaku Kasi Bimas, yang menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas, sehat, berkarakter, dan memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dari sektor kesehatan, Yuda Ayu Timorini, dari Dinas Kesehatan memberikan pemaparan mengenai kesehatan reproduksi serta upaya penurunan stunting bagi calon pengantin. Materi ini menjadi bagian penting dalam membekali penyuluh agar mampu memberikan edukasi kesehatan kepada calon pengantin sebagai langkah preventif dalam mempersiapkan kehidupan keluarga dan kualitas generasi sejak sebelum pernikahan.

Sementara itu, Awalia Yuniarti, menyampaikan materi mengenai “Memenuhi Kebutuhan Keluarga”. Materi tersebut memberikan perspektif kepada peserta mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan dalam keluarga, baik kebutuhan pribadi maupun kebutuhan bersama suami dan istri, sebagai bagian dari upaya menciptakan relasi keluarga yang sehat dan harmonis.

Rangkaian Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan penyuluh dalam menyampaikan materi kepada masyarakat.

Dengan bekal penguasaan materi, metode penyuluhan, wawasan keagamaan, psikologi keluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga pemenuhan kebutuhan keluarga, para Penyuluh Agama Islam diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai ujung tombak pembinaan keluarga di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir penyuluh yang semakin kompeten dan komunikatif, keluarga yang semakin bahagia dan sakinah, serta generasi Kabupaten Tegal yang sehat, berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.

Penyuluh Hebat, Keluarga Kuat, Generasi Berkualitas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *