Seminar Kesehatan Mental Gading Counseling dan PD IPARI Banyumas Dorong Peran Penyuluh Agama, Pengawas, Kepala Madrasah, dan Guru BK
Kars Banyumas (Moderanesia.com) – Gading Counseling and Empowerment Center bekerja sama dengan Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan seminar kesehatan mental. Kegiatan berlangsung pada Kamis (29/10/2026) di Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banyumas.
Seminar ini diikuti para Penyuluh Agama, Pengawas, Kepala Madrasah, dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Kehadiran peserta dari berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental perlu mendapat perhatian bersama. Para penyuluh, pengawas, kepala madrasah, dan guru BK sama-sama bersinggungan langsung dengan masyarakat dan peserta didik dalam pekerjaan sehari-hari.
Seminar dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Banyumas, H. Naufal Iskandar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara. Ia menilai isu kesehatan mental semakin relevan di tengah tekanan hidup dan dinamika sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk lingkungan madrasah. Ia juga berharap seminar ini membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan untuk mengenali serta menyikapi persoalan kesehatan mental di lingkungan tugas masing-masing.
Dalam seminar tersebut, narasumber dari Gading Counseling and Empowerment Center, Jacub Muliady, memaparkan materi tentang memahami cara kerja otak dan kaitannya dengan kecanduan, misalnya pentingnya kesehatan mental, tanda-tanda gangguan psikologis, dan langkah pendampingan awal. Sesi kedua oleh Dedyanto Sambeta dengan materi pendekatan psikologi dalam menghadapi krisis adiksi. Peserta mengikuti sesi dengan antusias, dan beberapa di antaranya menyampaikan pertanyaan seputar pengalaman di lapangan.
Bagi para penyuluh agama, materi seminar relevan dengan tugas pembinaan dan pendampingan umat. Bagi kepala madrasah dan guru BK, seminar ini membantu memahami kondisi psikologis peserta didik serta cara mendampingi mereka secara tepat. Adapun para pengawas dapat memakai hasil seminar untuk mendukung pembinaan di satuan pendidikan.
Ketua PD IPARI Kabupaten Banyumas, Lubab Habiburrohman, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Gading Counseling and Empowerment Center merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kapasitas anggota. “Kecanduan hari ini tidak hanya soal narkoba atau minuman keras. Gawai, media sosial, gim daring, dan judi online juga membuat banyak orang kehilangan kendali atas dirinya. Penyuluh agama, kepala madrasah, pengawas, dan guru BK berada di garis depan, sehingga perlu memahami persoalan ini dengan benar. Dengan begitu kita bisa mendampingi umat dan peserta didik secara tepat, tidak hanya menasihati, tetapi juga memahami akar masalahnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Gading Counseling and Empowerment Center membuka wawasan baru bagi anggota.
“Kami berterima kasih kepada Gading Counseling and Empowerment Center yang telah berbagi ilmu. Pendekatan agama dan pendekatan psikologi perlu berjalan beriringan. Kami berharap ilmu hari ini tidak berhenti di aula ini, tetapi dibawa ke tempat tugas masing-masing, dan bisa menjadi langkah awal menjaga keluarga, madrasah, dan masyarakat dari bahaya kecanduan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap para peserta lebih peka dan siap menjadi pendamping bagi masyarakat dan peserta didik yang menghadapi persoalan psikologis. Kolaborasi lintas unsur di lingkungan Kementerian Agama Banyumas diharapkan terus berlanjut dalam program-program serupa.
(Humas PD IPARI Banyumas)

