Penyuluh KUA Karangkobar Beri Penguatan Spiritual dan Doa Bersama untuk Penyintas Longsor Situkung Pandanarum
Kars Banyumas (Moderanesia.com) – Tim KUA Karangkobar kembali memberikan pendampingan keagamaan bagi para penyintas bencana longsor Situkung, Pandanarum. Kegiatan yang berlangsung Rabu malam (26/11) di Pos Pengungsian Gedung IPHI Pandanarum ini diisi dengan doa bersama dan penguatan mental–spiritual bagi warga yang masih merasakan trauma pascabencana.
Doa bersama dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam Adib, yang memanjatkan doa khusus bagi para korban meninggal, keluarga yang ditinggalkan, serta seluruh warga terdampak.
“Doa ini kita panjatkan untuk saudara-saudara kita yang wafat, keluarga yang ditinggalkan, dan seluruh warga yang sedang diuji. Semoga Allah menguatkan hati kita semua dan menurunkan pertolongan-Nya di setiap langkah,” ujar Adib.
Selain memimpin doa, para penyuluh juga melakukan trauma healing sederhana melalui sesi mendengarkan keluh kesah warga.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh di posko adalah bentuk dukungan emosional yang sangat dibutuhkan penyintas.
“Pendampingan ini bukan hanya tentang memberi nasihat, tetapi hadir untuk mendengarkan. Banyak penyintas yang hanya membutuhkan telinga yang tulus dan kalimat penenang. Semoga keberadaan kami bisa sedikit meringankan beban mereka,” ungkap Duwi Rohmah.
Pendampingan ini merupakan bagian dari program terjadwal Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, di mana penyuluh dari setiap kecamatan hadir secara bergilir untuk memberikan layanan keagamaan dan penguatan spiritual di posko pengungsian.
Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur dan kelegaan atas pendampingan tersebut. Salah seorang penyintas, ibu muda berusia 37 tahun yang selamat meski rumahnya rata dengan tanah, menuturkan pengalaman harunya.
“Alhamdulillah saya dan anak-anak selamat, meskipun rumah kami sudah rata dengan tanah. Saat tanah mulai bergerak, saya hanya bisa berlari sambil menggendong anak. Panik sekali, tidak tahu harus ke mana. Tapi saya sangat bersyukur masih diberi keselamatan. Kehadiran penyuluh malam ini membuat hati saya lebih tenang,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, menguatkan mental para penyintas, serta menumbuhkan kembali optimisme dan semangat untuk bangkit. Semoga Allah memberikan perlindungan dan ketabahan bagi seluruh warga Situkung dan Pandanarum dalam menghadapi masa pemulihan.(dr)

