Dirjen Bimas Islam Apresiasi Program Pendampingan Mustahiq oleh Penyuluh Agama Islam di Jateng
Semarang – Suasana Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Kantor Kementerian Agama Kota Semarang pada Sabtu (2/4/2026) tiba-tiba sumringah dan terasa istimewa karena yang didapuk menjadi pembina adalah Prof. Abu Rokhmad yang menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam Kemenag RI.
Setelah berakhirnya upacara yang berlangsung khidmat dan bernuansa penuh keragaman budaya tersebut, para penyuluh dan penghulu diarahkan oleh Kassubag TU, Doni Aldise Harahap berkumpul di aula kantor guna mendapatkan pembinaan spesial dari Abu Rokhmad.
Pembinaan diawali dengan pemberian apresiasi kepada para penyuluh yang telah terlibat dalam pendampingan kepada para mustahiq.
“Kemarin di Jawa Tengah barusan mendapat kunjungan utusan dari Bank Indonesia dan Baznas RI terkait program pendampingan mustahiq oleh para penyuluh agama, dinilai oleh mereka berhasil dan istimewa”, ungkapnya.
Abu Rokhmad juga melanjutkan prospek program ini ke depan.
“Ke depan, program yang sudah berhasil di Jawa Tengah akan ditawarkan kepada provonsi lain untuk diterapkan, seperti Jawa Timur dan Jawa Barat”, imbuhnya.
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para penyuluh agama Islam.
“Program ini bisa berhasil dan terkesan istimewa karena pendampingnya adalah para penyuluh agama. Ini membuktikan bahwa pembangunan dengan bahasa agama cukup efektif”, sebut tokoh yang pernah menjadi Ketua Badko TPQ Semarang ini.
Untuk itulah Abu Rokhmad ini mendengar testimoni dari para pelaku pendamping ini, diantara adalah Hasanah Hidayah atau akrab dipanggil Ana, yang menjelaskan teknis pentasharufan dan anggaran yang dikeluarkan dalam pendampingan ini.
“Kami setiap penyuluh yang diberi tugas mendampingi setidaknya lima orang mustahiq dan Baznas memberikan dana insentif demikian pula dengan kami para pendamping juga diberikan reward atas tugas ini”, tutur Ana.
Selain itu, Ana juga menjelaskan beberapa improvisasi agar dana yang digulirkan ini dapat bermanfaat bagi para mustahiq lewat infaq.
“Kepada para mustahiq juga kami arahkan untuk berinfaq harian agar usahanya tambah berkah dan bermanfaat bagi jamaah majlis taklim lainnya sehingga dapat bermanfaat bagi mustahiq lainnya.
Abu Rokhmad menangkap program ini dengan segala dinamikanya akan bisa direplikasi kepada wilayah lainnya di Indonesia.
“Semoga pendampingan dapat berjalan dan berdampak di seluruh Indonesia secara luas”, pungkasnya. (Sh)

