Uncategorized

Tanam 90 Bibit Kelapa di Pantai Lentera Kisik, IPARI Rembang Perkuat Program Ekoteologi Kemenag

Berbagi yuks..


Rembang — Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Rembang bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, PT PLN Nusantara Power Rembang, dan MTs Negeri 2 Rembang melaksanakan aksi penanaman 90 bibit kelapa di Pantai Lentera Kisik, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama di bidang Ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, H. Moh. Mukson, menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama sekaligus wujud pengamalan ajaran agama. Menurutnya, menanam pohon dan merawat lingkungan bukan hanya memberikan manfaat bagi kehidupan, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus.

“Menanam pohon, melestarikan alam, dan menjaga kebersihan lingkungan adalah kegiatan yang bernilai dunia dan akhirat. Jika diniatkan dengan ikhlas, ini bisa menjadi tabungan pahala kita semua,” ujarnya.

Ketua PD IPARI Kabupaten Rembang menyampaikan bahwa kegiatan bertajuk “Penanaman Pohon Kolaborasi Merawat Negeri” menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan. Melalui gerakan ini, penyuluh agama diharapkan mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bibit kelapa yang ditanam merupakan bagian dari 700 bibit yang disiapkan MTs Negeri 2 Rembang melalui program Madrasah Ekoteologi Lestarikan Alam dan Tingkatkan Iman (MELATI). Pemilihan pohon kelapa didasarkan pada manfaat ekologisnya dalam membantu mengurangi abrasi kawasan pesisir sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Kelompok Literasi Lentera Kisik dan Kelompok Peduli Lingkungan SMA Negeri 1 Kragan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan komunitas diharapkan mampu memperkuat gerakan penghijauan serta menumbuhkan budaya merawat bumi sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seluruh elemen masyarakat.

Melalui aksi sederhana namun berdampak besar ini, Kementerian Agama terus mendorong implementasi Ekoteologi sebagai gerakan nyata yang menghubungkan nilai keimanan dengan kepedulian terhadap lingkungan demi mewujudkan alam yang lestari dan kehidupan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *