Penyuluh Agama Banjarnegara Bergerak: Dari Dakwah, Aksi Nyata hingga Menjaga Alam
Kars Banyumas (Moderanesia.com) – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Rabu (12/8/2026) di Serayu Network, Kecamatan Bawang, Kompleks PLTA Mrica Banjarnegara. Kegiatan diikuti seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara.
Rakor menjadi momentum memperkuat koordinasi, meningkatkan kinerja, sekaligus mendorong penyuluh agar semakin hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Pokjluh.
Kultum disampaikan oleh H. Yusuf Andi tentang pentingnya memanfaatkan waktu.
Dalam kultumnya, H. Yusuf Andi mengingatkan bahwa waktu merupakan amanah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, seorang penyuluh tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi harus mampu mengimplementasikan ilmu melalui amal saleh dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Waktu adalah amanah yang tidak akan kembali. Mari kita gunakan waktu yang Allah berikan untuk menjadi manusia yang beriman, beramal saleh, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang kehadirannya membawa manfaat bagi sesama,” pesannya.
Sambutan tuan rumah disampaikan oleh H. Kusindarto, Kepala KUA Kecamatan Bawang. Ia menyambut baik pelaksanaan Rakor Pokjaluh sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarpenyuluh dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di masyarakat.
Kegiatan Harus Meninggalkan Jejak
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Slamet Wahyudi, dalam pembinaannya menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan eksistensi Penyuluh Agama Islam.
Ia mengingatkan agar berbagai kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan tidak berhenti pada pelaksanaan semata, tetapi juga didokumentasikan dengan baik.
“Jangan sampai kegiatan yang besar tidak meninggalkan jejak. Sebanyak atau sebagus apa pun kegiatan yang dilakukan, jika tidak didokumentasikan, hanya akan menjadi sebuah cerita,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong para penyuluh untuk melaksanakan kegiatan sekaligus mendokumentasikan dan mempublikasikan hasilnya secara baik.
“Laksanakan kegiatan dan dokumentasikan. Masyarakat perlu tahu apa yang kita kerjakan dan apa manfaat kehadiran penyuluh,” lanjutnya.
Menurut H. Slamet, eksistensi penyuluh harus terus dibangun melalui karya dan inovasi. Hal-hal yang terlihat sederhana di masyarakat harus mampu dikemas menjadi program yang memiliki nilai dan manfaat lebih besar.
Ia juga mendorong penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas dan kinerja. Salah satu program yang dapat dikembangkan adalah pembelajaran bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas serta Al-Qur’an isyarat, sebagai bentuk pelayanan keagamaan yang inklusif.
Ia menambahkan, penyuluh memiliki peluang untuk terus mengembangkan karier dan berkontribusi lebih luas dalam kelembagaan Kementerian Agama.
“Penyuluh harus terus meningkatkan kinerja. Jangan berhenti pada apa yang sudah dilakukan hari ini,” pesannya.
Menjaga Alam, Mewariskan Kebaikan
Rangkaian Rakor juga diisi dengan pemaparan dari pihak Serayu Network mengenai kondisi lingkungan di Banjarnegara.
Dalam pemaparannya disampaikan sejumlah persoalan lingkungan yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain kerusakan hutan, penumpukan sedimentasi di Waduk Mrica, serta potensi dan kejadian bencana banjir maupun longsor di wilayah atas Banjarnegara.
Persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas pecinta lingkungan. Masyarakat dari berbagai sektor juga dapat mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam.
Salah satunya melalui sektor pertanian dan peternakan. Kegiatan menanam pohon dapat dikembangkan dengan memilih tanaman yang sekaligus memiliki manfaat sebagai sumber pakan ternak, seperti pakan kambing. Dengan demikian, penghijauan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mendukung kehidupan dan perekonomian masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penting bagi para penyuluh untuk turut mengedukasi masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dan bentuk ikhtiar mewariskan kehidupan yang lebih baik kepada generasi mendatang.
Pokjaluh Perkuat Sinergi dan Program Kerja
Setelah rangkaian pembinaan dan pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah Pokjaluh Kabupaten Banjarnegara yang dipimpin oleh Ketua Pokjaluh, Sofi Toif.
Musyawarah membahas berbagai agenda organisasi, evaluasi kegiatan, serta penguatan program kerja Pokjaluh ke depan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi seluruh penyuluh dalam menjalankan tugas dan fungsi di wilayah masing-masing.
“Pokjaluh harus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas penyuluh. Mari kita tidak hanya menjalankan kegiatan, tetapi memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meninggalkan jejak kebaikan yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Sofi Toif.
Melalui Rakor tersebut, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Banjarnegara diharapkan semakin profesional, inovatif, dan mampu menghadirkan kinerja yang berdampak bagi masyarakat.
Tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, penyuluh juga diharapkan mampu menjadi penggerak kebaikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan bagi kelompok disabilitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Bergerak bersama, berdakwah dengan aksi, memberikan manfaat, dan meninggalkan jejak kebaikan untuk generasi selanjutnya.(dr)

